Tuai Bakat Anda

datePosted on 15:54, September 6th, 2010 by Hendy

Sekitar 1 dari 6 orang berhasil mandiri dengan memanfaatkan sebuah bakat atau ketrampilan khusus yang dimilikinya yang dihargai orang lain. Permintaan melekat semacam itu membuat jalan kewirausahaan ini sangat menyenangkan karena dalam suatu ekonomi yang normal, memasarkan usaha yang berdasarkan sebuah bakat biasanya tidak sulit.

Namun, kebanyakan orang meluputkan kesempatan untuk menuai bakat mereka, karena mereka tidak mengenalinya atau mereka merendahkan atau menyepelekan nilainya.

Malah, suatu bakat sering datang begitu mudah atau alaminya sehingga mereka yang memilikinya menganggap tiap orang bisa melakukannya atau bakat itu tidak bernilai khusus. Bakat itu menjadi bagian yang begitu besar dari pribadi mereka dan kegiatan mereka sehingga mereka kira tidak ada apa-apa atau tidak ada yang istimewa dengan bakat itu. Itulah sebabnya, tidak seperti jalan-jalan kewirausahaan lainnya, orang sering sekali menemukan jalan ini hanya karena kebetulan, atau keberuntungan.


Sekilas, mungkin anda pun berpikir, “Wah, saya tidak punya bakat istimewa.” Tapi, seperti orang-orang di bawah ini, anda bisa terkejut menemukan peluang-peluang pemasukan tersembunyi dalam ketrampilan-ketrampilan dan kemampuan-kemampuan yang telah lama anda lupakan atau anda pandang sebelah mata.

“Selama bertahun-tahun saya merasa seperti melacurkan diri di toko perusahaan, dan orang terus-terusan memberitahu saya bahwa saya tidak perlu bertahan dengan pekerjaan ini. ‘Rancangan-rancanganmu bagus sekali,’ kata mereka, ‘kamu seharusnya melakukannya saja sendiri.’ Akhirnya saya menuruti nasehat mereka. Saya tidak tahu kenapa baru sekarang, setelah sekian lama.”  (PERANCANG GRAFIS)

“Seorang kawan-sekolah lama memintaku membantunya menyusun sistem komputernya. Lalu orang lain yang dikenalnya menghubungiku. Lalu orang lain lagi. Dan tahu-tahu aku terus-terusan sibuk menolong orang. Aku sadar yang harus kulakukan hanyalah mulai mengenakan tarif untuk itu dan aku akan punya pekerjaan full-time.(KONSULTAN KOMPUTER)

“Saya istri seorang eksekutif. Tugas saya adalah menghibur dan tampil hebat. Saya melakukannya dengan baik. Tetapi waktu suami saya meninggal, saya punya dua anak kecil yang harus dibesarkan, dan yang saya tahu hanya busana. Saya kerjakan apa yang saya tahu dengan baik: mendandani orang agar mereka kelihatan menawan.”
(KONSULTAN BUSANA)

“Ketika perusahaan pelatihan tempat saya bekerja gulung tikar, para pelanggan beralih kepada saya: Tolonglah kami. Saya sadar bahwa bagi mereka sayalah perusahaan itu. Jadi saya menyanggupi dan menjadi perusahaan sendiri.”
(TRAINER PERUSAHAAN)

“Saat saya mendapat tepukan riuh pertama kali, saya menyadari saya memiliki kekuatan untuk mengatakan sesuatu dengan suatu cara yang akan dimengerti orang, dan saya menyadari saya bisa menghasilkan nafkah melakukannya.”
(PEMBICARA MOTIVASI)

Seperti bisa dilihat dari contoh-contoh ini, sebagian orang tidak mempertimbangkan mencari nafkah dari bakat-bakat mereka kecuali karena kebetulan mereka diajak, didorong, atau didesak sampai menemukannya. Anda pun bisa saja sedang mengesampingkan potensi penghasilan dari salah satu bakat anda untuk membebaskan anda menjalani hidup pilihan anda.

PEROLEH KEMBALI BAKAT YANG TIDAK DISADARI, TIDAK DIHARGAI, ATAU DIREMEHKAN

Sering bakat adalah pembawaan yang telah kita gunakan dan rasakan sejak kita kecil. Linda Ronstadt, misalnya, mulai menyanyi harmoni secara alami pada usia 4 tahun. Pematung Louise Nevelson juga tahu bahwa dia akan menjadi seniman sejak masa kanak-kanak awal. Bakat-bakat lain adalah ketrampilan-ketrampilan yang kita telah kembangkan selama bertahun-tahun. Michelangelo konon mengatakan, “Seandainya orang tahu betapa kerasnya saya bekerja untuk mendapatkan keahlian saya, itu tak akan tampak begitu menakjubkan.”

Banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan menuju kedewasaan yang bisa menghalangi kita dari mengenali, menghargai, mengakui, atau mempercayai bakat-bakat kita. Pengalaman-pengalaman ini bahkan bisa mempengaruhi kemampuan kita untuk menyadari dan menekuni ketrampilan-ketrampilan menonjol yang kita kembangkan kelak dalam hidup. Bila, misalnya, tiap orang dalam keluarga, sekolah, atau pekerjaan anda cemerlang pada suatu bakat atau ketrampilan tertentu, anda mungkin tidak menyadari betapa bagus juga anda pada hal itu.

Seorang insinyur software, misalnya, yang dulunya terus-menerus mendapat B di universitas, tidak yakin seberapa bagus dia akan bekerja secara mandiri karena dia hanya seorang pemrogram biasa-biasa. Inilah pandangannya meskipun kenyataannya dia sudah merupakan salah satu perancang top di perusahaan teknologi-tinggi tempatnya bekerja.

Seorang gadis yang tumbuh dalam sebuah keluarga seniman berbakat memutuskan bahwa kemampuan seninya hanya biasa, sesuatu yang akan muncul secara alami kepada setiap orang. Besar dalam bayangan seorang pemodal ulung, seorang analis cemerlang tidak menyadari dia pun punya kemampuan-kemampuan analitis yang menonjol, walaupun belum semaju kemampuan ayahnya yang tersohor.

Namun, yang lebih mungkin lagi, keluarga, guru-guru, atau majikan-majikan anda mungkin tidak pernah menyadari atau menunjukkan bakat-bakat dan ketrampilan-ketrampilan anda karena ini bukanlah yang mereka hargai atau yang mereka mampu lihat tumbuh dalam diri anda. Jadi karena kemampuan-kemampuan ini tidak pernah dibuat agar anda perhatikan, anda pun mungkin tidak memperhatikannya.

Bisa juga bahwa anda dulu dibuat kecil hati dari menekuni bakat anda. Myra Davis, misalnya, dulu seorang seniman amat berbakat sejak usia sangat dini. Saat di SMU, dia menang pada pekan raya kabupaten untuk lukisan-lukisan minyaknya. Tapi orangtuanya tidak pernah mendorongnya untuk menekuni bakatnya. Karena dari latar belakang yang lebih tradisional, mereka bersikeras bahwa perannya dalam hidup adalah untuk kawin dan berkeluarga. Dia tidak pernah diberikan bimbingan, dorongan, atau perkakas untuk secara serius mempertimbangkan menekuni bakat naluriahnya. Tapi kini, pada usia 55, dia akhirnya mewujudkan kerajinan yang telah dibuatnya bagi keluarga dan teman-teman menjadi sebuah bisnis serius.

Banyak orang—disebabkan rumahtangga tempat mereka tumbuh dewasa, lingkungan perumahan tempat mereka tinggal, sekolah yang mereka masuki, bahkan masa dalam sejarah saat mereka dilahirkan—telah putus hubungan dengan bakat-bakat mereka atau memang tidak pernah menyadarinya karena tidak ada orang lain telah menyadarinya.

Para wanita yang lahir pada dasawarsa 1920-an dan 1930-an, misalnya, jarang sekali diakui ketrampilan kepemimpinan mereka, dan kemampuan matematika para wanita yang besar pada dasawarsa 1950-an sering kali diremehkan. Dalam sejumlah masyarakat, para remaja berotak cerdas berlalu tak disadari jika dibandingkan dengan bintang-bintang olahraga atau pria-pria berotot. Tetapi dalam masa atau tempat lain, atau keluarga lain, bakat-bakat semacam itu mungkin telah terkenali dan didorong pada usia dini.

KENALI BAKAT ANDA

Jadi sekalipun anda tidak sadar memiliki satu bakat menonjol apa pun, jangan kesampingkan pembawaan-pembawaan yang memang anda punyai. Setiap kita punya beragam kemampuan alami yang merupakan suatu ungkapan dari kepribadian kita. Kadang kala dengan memupuk, mengilapkan, dan menggunakan kemampuan-kemampuan ini, anda bisa mengembangkannya menjadi bakat atau ketrampilan istimewa yang padanya anda betul-betul hebat. Sebagian dari kita mengembangkan ketrampilan fisik luar biasa. Lainnya punya ketrampilan fisik untuk olahraga, menari, menyanyi, menjalankan atau memperbaiki mesin dan peralatan, membangun dan memelihara bangunan-bangunan fisik, atau bekerja dengan rasa, warna, cahaya, penglihatan, pendengaran, atau sentuhan.

Sebagian dari kita adalah pemecah-masalah yang luar biasa dengan kepiawaian intelektual untuk analisis, pengambilan putusan, perencanaan, dan penelitian. Seena Sharp, seorang pialang informasi, yang perusahaannya bernama Sharp Information, mengerjakan riset intelijen strategis bagi para kliennya. Dia bagaikan seorang penyelidik era-informasi, menelusuri, menganalisis, dan mensintesis lautan informasi yang para kliennya tak akan tahu cara menemukannya, atau punya waktu untuk menggali dan mengartikannya.

Banyak dari kita punya ketrampilan kreatif menonjol, menghasilkan karya seni, kerajinan, lukisan, pahatan, teks iklan, naskah drama, koreografi, makanan, dekorasi, rancangan, tulisan kreatif, puisi, atau temuan. Tetapi kita mungkin ragu bahwa kita bisa mencari nafkah menggunakan bakat-bakat ini, sehingga kita menyepelekan potensi bakat-bakat ini untuk menopang kita dalam menciptakan hidup yang lebih baik. Kita seharusnya tidak begitu. Kita bisa menuainya betapa pun kecil bakat-balat itu mungkin tampak bagi kita.

Sebagian dari kita hebat pada ketrampilan-ketrampilan interpersonal (antarorang) seperti mendengarkan, memahami, menghibur, mengajar, menyembuhkan, menolong, atau membangun tim. Lainnya lagi punya ketrampilan komunikasi luar biasa untuk mengajak, menggerakkan, mendebat, berunding, menengahi, menjelaskan ide-ide dan konsep-konsep, menulis, dan berpidato. Lainnya lagi punya kemampuan istimewa untuk menertibkan kekacauan. Mereka berbakat menata dunia ini bagi orang lain.

Suatu bakat adalah anugerah yang lahir bersama anda;
suatu ketrampilan adalah anugerah yang anda beri ke diri sendiri

Jadi seperti bisa anda lihat, segala jenis bakat dan ketrampilan istimewa bisa menjadi suatu jalan menuju nafkah yang memuaskan, sehingga penting untuk tidak menyepelekan atau mengesampingkan bakat anda cuma karena tidak ada orang sampai sekarang telah menunjukkannya kepada anda atau mendorong anda untuk menggunakannya.

Untung, anda tidak perlu menunggu sampai krisis menimpa atau seseorang meminta pelayanan anda untuk mengenali dan mulai menyalurkan suatu bakat yang bisa menjadi jalan anda mencari nafkah. Malah, orang-orang mungkin telah meminta-minta pada anda dan anda cuma belum mendengar saja permintaan itu.

Pikirkanlah itu. Terhadap apa orang-orang secara langsung dan spontan memuji atau menghargai anda? Adakah sesuatu yang tentang itu orang-orang sering meminta anda menolong mereka? Pertolongan-pertolongan macam apa yang sering anda berikan kepada orang-orang?

Bakat atau ketrampilan anda mungkin sesuatu yang terpulang ke masa kanak-kanak anda atau sesuatu yang anda kembangkan kemudian dalam hidup. Sering orang-orang berkomentar terhadap kemampuan-kemampuan istimewa ini. Mereka mungkin sering meminta anda untuk sukarela membantu mereka karena anda begitu bagus menggunakan bakat anda, atau anda mungkin pernah menerima pujian langsung yang anda biarkan saja lewat, seperti “Kamu hebat sekali! Kamu seharusnya menjalankan bisnis ini.” Bisakah anda mengingat komentar-komentar semacam itu?

Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menemukan bakat-bakat dan ketrampilan-ketrampilan anda.

1. Hal-hal yang membuat saya paling sering dipuji:

2. Hal-hal yang membuat orang-orang meminta saya menolong mereka atau lakukan bagi mereka:

3. Hal-hal yang orang-orang pernah memberitahu bahwa saya begitu bagus melakukannya sehingga saya seharus-nya dibayar untuk itu:

4. Saya selalu berpikir saya hebat dalam:

BAKAT-BAKAT YANG MUNGKIN INGIN SAYA TUAI

Periksa daftar anda dan tulis segala bakat yang menarik bagi anda dengan nilai 7 atau lebih pada skala 1-10, bersama dengan segala ide yang anda punyai tentang bagaimana anda bisa menopang diri anda menggunakannya.

BAKAT   & KEMUNGKINAN PEKERJAAN WIRAUSAHA
1.
2.
3.
4.
5.

PRO DAN KONTRA MENUAI SEBUAH BAKAT

Bila anda punya satu atau lebih bakat yang bisa anda nikmati sebagai mata pencaharian, ada sejumlah alasan kuat bahwa menekuni salah satunya akan menjadi pilihan yang bagus. Pertama, anda hebat pada hal-hal ini! Ini artinya anda mungkin akan punya lebih banyak keyakinan-diri pada kemampuan anda untuk melakukannya dengan baik, yang mempermudah anda untuk memasarkan diri anda dengan sukses.

Selain itu, karena anda berbakat dalam bidang-bidang ini, anda kemungkinan besar akan punya kurva belajar (learning curve) lebih pendek dan melakukan pekerjaan yang sangat baik bagi klien-klien awal anda sejak awal. Para pelanggan anda yang puas akan mulai menyebarkan kabar tentang anda, yang mempermudah untuk dengan cepat membangun reputasi atau nama baik bagi diri anda.

Jadi menuai bakat bisa memulaikan anda dengan permulaan yang hebat, yang akan memupuk harga-diri anda dan membuat anda termotivasi. Itu penting karena riset telah menunjukkan bahwa kita bekerja paling baik ketika kita berhasil paling tidak 75% kesempatan. Inilah kelebihan terpenting dari menuai bakat. Juga, bila bakat anda sudah merupakan sesuatu yang selama ini diminta orang-orang, anda sudah punya pasar  melekat. Anda bahkan mungkin didesak-desak terus untuk menuai bakat anda.

Nilai suatu pasar melekat yang kecil sekalipun tidak bisa diremehkan. Itulah yang kita semua impikan. Ia membuat jalan ini rute paling menyenangkan menuju kewirausahaan. Tetapi karunia ini bisa juga menjadi jebakan. Kadang kala bakat-bakat anda bisa menghambat penemuan dan tekad terhadap macam pekerjaan yang anda benar-benar ingin geluti.

Cuma karena anda hebat dalam membuat arsip-arsip tetap tertata, atau mengerjakan pajak, misalnya, bukan berarti anda tentu senang mengerjakan hal-hal ini. Sekalipun anda memang menyukainya, anda mungkin tidak ingin mengerjakannya seharian. Jadi jika ada hal-hal lain yang anda lebih suka lakukan, tarikan untuk menuai bakat anda bisa menjadi seperti siksaan. Itulah sebabnya anda diminta menilai bakat anda pada 2 skala, faktor keajaiban yang ditawarkannya dan seberapa cocok ia dengan gaya hidup dambaan anda.

Seorang pria berkata,“ Saya tahu saya jago akuntansi, tapi saya capek dan bosan dengan akuntansi. Saya tidak mau melakukannya lagi. Tapi ia seperti madu, dan saya lebahnya. Begitu saya memutuskan saya ingin melakukan hal lain, seseorang datang bersedia memberi saya segepok uang untuk menangani akuntansinya dan saya terpaksa melakukannya lagi.”

Orang lainnya mengeluh, “Saya hebat soal anak-anak. Mengajar dan merawat mereka betul-betul bakat saya, tetapi saya jenuh bersama anak-anak sepanjang hari. Saya menginginkan hidup yang berpusat pada orang-orang tua. Tetapi menjalankan perawatan keluarga begitu gampangnya. Kelihatannya selalu ada saja orang-tua yang berdiri di pintu saya meminta-minta saya untuk merawat anak-anaknya. Mengerjakan hal lain akan memakan usaha yang jauh lebih banyak. Saya terjebak oleh bakat saya.”

Anda mungkin berpikir bahwa anda akan senang hati bertukar tempat dengan salah satu orang di atas, namun ketika anda sedang sangat mendambakan untuk melakukan hal lain, bakat dan ketrampilan yang anda telah kuasai terasa bak penjara, meskipun menggiurkan. Menciptakan sebuah pekerjaan bagi diri anda berdasarkan bakat anda tetapi menyangkut sesuatu yang tidak anda nikmati tidak akan terasa jauh lebih baik daripada tetap dalam sebuah pekerjaan yang tidak bisa anda tahankan. Jadi walaupun mungkin diperlukan keberanian untuk menjauhkan sebuah bakat yang anda tidak sukai, hal itu layak.

Related Posts:

One Response to “Tuai Bakat Anda”

  1. Nelda on July 7th, 2011 at 8:20 pm

    I love reading these aricltes because they?re short but informative.