|
toolbar promosi online instan pertama di Indonesia
|
|
Malah, suatu bakat sering datang begitu mudah atau alaminya sehingga mereka yang memilikinya menganggap tiap orang bisa melakukannya atau bakat itu tidak bernilai khusus. Bakat itu menjadi bagian yang begitu besar dari pribadi mereka dan kegiatan mereka sehingga mereka kira tidak ada apa-apa atau tidak ada yang istimewa dengan bakat itu. Itulah sebabnya, tidak seperti jalan-jalan kewirausahaan lainnya, orang sering sekali menemukan jalan ini hanya karena kebetulan, atau keberuntungan.
Sekilas, mungkin anda pun berpikir, “Wah, saya tidak punya bakat istimewa.” Tapi, seperti orang-orang di bawah ini, anda bisa terkejut menemukan peluang-peluang pemasukan tersembunyi dalam ketrampilan-ketrampilan dan kemampuan-kemampuan yang telah lama anda lupakan atau anda pandang sebelah mata. “Selama bertahun-tahun saya merasa seperti melacurkan diri di toko perusahaan, dan orang terus-terusan memberitahu saya bahwa saya tidak perlu bertahan dengan pekerjaan ini. ‘Rancangan-rancanganmu bagus sekali,’ kata mereka, ‘kamu seharusnya melakukannya saja sendiri.’ Akhirnya saya menuruti nasehat mereka. Saya tidak tahu kenapa baru sekarang, setelah sekian lama.” (PERANCANG GRAFIS) “Seorang kawan-sekolah lama memintaku membantunya menyusun sistem komputernya. Lalu orang lain yang dikenalnya menghubungiku. Lalu orang lain lagi. Dan tahu-tahu aku terus-terusan sibuk menolong orang. Aku sadar yang harus kulakukan hanyalah mulai mengenakan tarif untuk itu dan aku akan punya pekerjaan full-time.(KONSULTAN KOMPUTER) “Saya istri seorang eksekutif. Tugas saya adalah menghibur dan tampil hebat. Saya melakukannya dengan baik. Tetapi waktu suami saya meninggal, saya punya dua anak kecil yang harus dibesarkan, dan yang saya tahu hanya busana. Saya kerjakan apa yang saya tahu dengan baik: mendandani orang agar mereka kelihatan menawan.” “Ketika perusahaan pelatihan tempat saya bekerja gulung tikar, para pelanggan beralih kepada saya: Tolonglah kami. Saya sadar bahwa bagi mereka sayalah perusahaan itu. Jadi saya menyanggupi dan menjadi perusahaan sendiri.” “Saat saya mendapat tepukan riuh pertama kali, saya menyadari saya memiliki kekuatan untuk mengatakan sesuatu dengan suatu cara yang akan dimengerti orang, dan saya menyadari saya bisa menghasilkan nafkah melakukannya.” Seperti bisa dilihat dari contoh-contoh ini, sebagian orang tidak mempertimbangkan mencari nafkah dari bakat-bakat mereka kecuali karena kebetulan mereka diajak, didorong, atau didesak sampai menemukannya. Anda pun bisa saja sedang mengesampingkan potensi penghasilan dari salah satu bakat anda untuk membebaskan anda menjalani hidup pilihan anda. PEROLEH KEMBALI BAKAT YANG TIDAK DISADARI, TIDAK DIHARGAI, ATAU DIREMEHKANSering bakat adalah pembawaan yang telah kita gunakan dan rasakan sejak kita kecil. Linda Ronstadt, misalnya, mulai menyanyi harmoni secara alami pada usia 4 tahun. Pematung Louise Nevelson juga tahu bahwa dia akan menjadi seniman sejak masa kanak-kanak awal. Bakat-bakat lain adalah ketrampilan-ketrampilan yang kita telah kembangkan selama bertahun-tahun. Michelangelo konon mengatakan, “Seandainya orang tahu betapa kerasnya saya bekerja untuk mendapatkan keahlian saya, itu tak akan tampak begitu menakjubkan.” Banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan menuju kedewasaan yang bisa menghalangi kita dari mengenali, menghargai, mengakui, atau mempercayai bakat-bakat kita. Pengalaman-pengalaman ini bahkan bisa mempengaruhi kemampuan kita untuk menyadari dan menekuni ketrampilan-ketrampilan menonjol yang kita kembangkan kelak dalam hidup. Bila, misalnya, tiap orang dalam keluarga, sekolah, atau pekerjaan anda cemerlang pada suatu bakat atau ketrampilan tertentu, anda mungkin tidak menyadari betapa bagus juga anda pada hal itu. Seorang insinyur software, misalnya, yang dulunya terus-menerus mendapat B di universitas, tidak yakin seberapa bagus dia akan bekerja secara mandiri karena dia hanya seorang pemrogram biasa-biasa. Inilah pandangannya meskipun kenyataannya dia sudah merupakan salah satu perancang top di perusahaan teknologi-tinggi tempatnya bekerja. Seorang gadis yang tumbuh dalam sebuah keluarga seniman berbakat memutuskan bahwa kemampuan seninya hanya biasa, sesuatu yang akan muncul secara alami kepada setiap orang. Besar dalam bayangan seorang pemodal ulung, seorang analis cemerlang tidak menyadari dia pun punya kemampuan-kemampuan analitis yang menonjol, walaupun belum semaju kemampuan ayahnya yang tersohor. Namun, yang lebih mungkin lagi, keluarga, guru-guru, atau majikan-majikan anda mungkin tidak pernah menyadari atau menunjukkan bakat-bakat dan ketrampilan-ketrampilan anda karena ini bukanlah yang mereka hargai atau yang mereka mampu lihat tumbuh dalam diri anda. Jadi karena kemampuan-kemampuan ini tidak pernah dibuat agar anda perhatikan, anda pun mungkin tidak memperhatikannya. Bisa juga bahwa anda dulu dibuat kecil hati dari menekuni bakat anda. Myra Davis, misalnya, dulu seorang seniman amat berbakat sejak usia sangat dini. Saat di SMU, dia menang pada pekan raya kabupaten untuk lukisan-lukisan minyaknya. Tapi orangtuanya tidak pernah mendorongnya untuk menekuni bakatnya. Karena dari latar belakang yang lebih tradisional, mereka bersikeras bahwa perannya dalam hidup adalah untuk kawin dan berkeluarga. Dia tidak pernah diberikan bimbingan, dorongan, atau perkakas untuk secara serius mempertimbangkan menekuni bakat naluriahnya. Tapi kini, pada usia 55, dia akhirnya mewujudkan kerajinan yang telah dibuatnya bagi keluarga dan teman-teman menjadi sebuah bisnis serius. Banyak orang—disebabkan rumahtangga tempat mereka tumbuh dewasa, lingkungan perumahan tempat mereka tinggal, sekolah yang mereka masuki, bahkan masa dalam sejarah saat mereka dilahirkan—telah putus hubungan dengan bakat-bakat mereka atau memang tidak pernah menyadarinya karena tidak ada orang lain telah menyadarinya. Para wanita yang lahir pada dasawarsa 1920-an dan 1930-an, misalnya, jarang sekali diakui ketrampilan kepemimpinan mereka, dan kemampuan matematika para wanita yang besar pada dasawarsa 1950-an sering kali diremehkan. Dalam sejumlah masyarakat, para remaja berotak cerdas berlalu tak disadari jika dibandingkan dengan bintang-bintang olahraga atau pria-pria berotot. Tetapi dalam masa atau tempat lain, atau keluarga lain, bakat-bakat semacam itu mungkin telah terkenali dan didorong pada usia dini. KENALI BAKAT ANDAJadi sekalipun anda tidak sadar memiliki satu bakat menonjol apa pun, jangan kesampingkan pembawaan-pembawaan yang memang anda punyai. Setiap kita punya beragam kemampuan alami yang merupakan suatu ungkapan dari kepribadian kita. Kadang kala dengan memupuk, mengilapkan, dan menggunakan kemampuan-kemampuan ini, anda bisa mengembangkannya menjadi bakat atau ketrampilan istimewa yang padanya anda betul-betul hebat. Sebagian dari kita mengembangkan ketrampilan fisik luar biasa. Lainnya punya ketrampilan fisik untuk olahraga, menari, menyanyi, menjalankan atau memperbaiki mesin dan peralatan, membangun dan memelihara bangunan-bangunan fisik, atau bekerja dengan rasa, warna, cahaya, penglihatan, pendengaran, atau sentuhan. Sebagian dari kita adalah pemecah-masalah yang luar biasa dengan kepiawaian intelektual untuk analisis, pengambilan putusan, perencanaan, dan penelitian. Seena Sharp, seorang pialang informasi, yang perusahaannya bernama Sharp Information, mengerjakan riset intelijen strategis bagi para kliennya. Dia bagaikan seorang penyelidik era-informasi, menelusuri, menganalisis, dan mensintesis lautan informasi yang para kliennya tak akan tahu cara menemukannya, atau punya waktu untuk menggali dan mengartikannya. Banyak dari kita punya ketrampilan kreatif menonjol, menghasilkan karya seni, kerajinan, lukisan, pahatan, teks iklan, naskah drama, koreografi, makanan, dekorasi, rancangan, tulisan kreatif, puisi, atau temuan. Tetapi kita mungkin ragu bahwa kita bisa mencari nafkah menggunakan bakat-bakat ini, sehingga kita menyepelekan potensi bakat-bakat ini untuk menopang kita dalam menciptakan hidup yang lebih baik. Kita seharusnya tidak begitu. Kita bisa menuainya betapa pun kecil bakat-balat itu mungkin tampak bagi kita. Sebagian dari kita hebat pada ketrampilan-ketrampilan interpersonal (antarorang) seperti mendengarkan, memahami, menghibur, mengajar, menyembuhkan, menolong, atau membangun tim. Lainnya lagi punya ketrampilan komunikasi luar biasa untuk mengajak, menggerakkan, mendebat, berunding, menengahi, menjelaskan ide-ide dan konsep-konsep, menulis, dan berpidato. Lainnya lagi punya kemampuan istimewa untuk menertibkan kekacauan. Mereka berbakat menata dunia ini bagi orang lain. Suatu bakat adalah anugerah yang lahir bersama anda;
|
I love reading these aricltes because they?re short but informative.