Bangun Daftar Email Opt-In

datePosted on 21:05, February 7th, 2011 by Hendy

Ini mutlak vital bagi bisnis Internet anda. Tanyai segala pemasar atau webmaster top apa aset paling berharga mereka. Itu bukan produk-produk mereka. Itu bukan lokasi mereka. Itu bukan para karyawan mereka.

Aset paling berharga bagi segala bisnis adalah daftar pelanggan mereka. Aset paling berharga bagi segala bisnis Internet adalah daftar email mereka. Daftar email anda adalah bisnis Internet anda. Jika anda tak punya daftar email, anda tak punya bisnis Internet. Biar saya ulangi kalimat ini. Jika anda tak punya daftar email, anda tak punya bisnis Internet. Ini seharusnya jadi salah satu tujuan utama anda. Jika website anda terfokus pada menjual sebuah produk utama, anda perlu juga memakai suatu pop-up on exit (pop-up saat keluar) untuk menangkap alamat-alamat email bagi mereka yang tak membeli.

Jika mereka meninggalkan situs anda tanpa membeli produk anda, mereka ditawari suatu gratisan demi memberi anda alamat email dan nama mereka. Jelas, jika mereka membeli produk anda, anda mendapatkan alamat email mereka. Jadi anda sedang membangun setidaknya dua daftar orang. Anda sedang membangun suatu daftar pelanggan (semua orang yang telah membeli dari anda). Anda juga sedang membangun daftar prospek (semua orang yang telah memberi anda izin untuk meng-emaili mereka). Jika anda suatu bisnis yang lebih maju, anda bahkan perlu memiliki pemisahan-pemisahan lebih lanjut bagi daftar-daftar anda (seperti suatu daftar orang yang telah membeli masing-masing produk). Sistem shopping cart maju memungkinkan anda melakukan ini sekarang… dan lalu mengemaili daftar pelanggan anda untuk segala produk individu kapan pun anda ingin.


Begitu anda telah mulai membangun daftar email opt-in anda (opt-in berarti orangnya secara khusus memberi anda izin untuk mengemaili mereka), maka anda perlu agresif dalam memasar kepada mereka.

Kebanyakan orang yang bertanya-tanya apakah mereka mengirim terlalu banyak email kepada daftar mereka memang tak cukup mengirim. Anda perlu mengirim suatu email sesering anda punya sesuatu yang berharga untuk dikatakan.

Jika anda memiliki suatu kiat gratis yang anda ingin beri mereka, emaili mereka. Jika anda memiliki suatu penawaran khusus atas sebuah produk yang kaya-manfaat, emaili mereka. Jika ada kabar mutakhir yang ingin anda kirim, lakukanlah. Anda boleh dibilang bisa mengemaili mereka setiap hari jika anda punya hal penting untuk dikatakan sesering itu. Frekuensi kontak email paling lazim adalah sekali per minggu, tapi anda tentu bisa melakukannya jauh lebih sering. Kunci dari meraup banyak uang dari daftar email opt-in anda adalah mengolah daftar anda. Memiliki suatu daftar pelanggan adalah satu hal. Meraup banyak uang darinya adalah soal lain.

Mengolah daftar anda terdiri dari tiga bagian.

Aspek Pengolahan #1—Content/Isi

Beri daftar anda isi yang baik. Beri mereka informasi yang baik dan coba bantu mereka mencapai tujuan-tujuan mereka. Isi ini bisa terdiri dari artikel-artikel anda atau artikel-artikel orang lain. Mana pun caranya, isi itu perlu terfokus pada membantu mereka mencapai apa pun yang anda janjikan mereka. Jika anda tak memberi mereka cukup isi untuk membuat mereka tetap membaca, maka mereka tak akan pernah melihat iklan-iklan yang anda kirim.

Aspek Pengolahan #2—Kepribadian

Isi yang baik tidak cukup. Perpustakaan punya isi yang bagus, tapi tak cukup orang menggunakannya. Hal lain yang perlu anda lakukan adalah menunjukkan suatu kepribadian yang kuat. Kalau anda lucu, luculah. Jika anda marah, biarkan mereka tahu betapa marahnya anda. Jika anda sangat girang karena ini hari ulang tahun istri anda, beritahu mereka. Beritahu mereka siapa anda, bagaimana anda hidup, dan kenapa mereka perlu mendengarkan anda. Beritahu mereka pendapat-pendapat anda tentang peristiwa-peristiwa yang sekarang.

Segala yang baru saya katakan berujung ke satu pernyataan. Jadilah riil. Sekalipun anda tak menulis isi untuk edisi yang sedang anda terbitkan, perlu tetap ada sesuatu yang bersifat anda di dalamnya. Beritahu mereka kenapa anda memilih artikel yang sedang anda terbitkan dan bagaimana ia memunculkan suatu pemikiran atau kisah khusus di benak anda. Jadilah diri sendiri.

Senang atau membenci anda, mereka akan merespon. Mereka akan bergembira, mereka akan membeli, atau mereka akan berhenti berlanggan. Jika anda cuma sosok biasa-biasa saja tanpa kepribadian, mereka tak akan memperhatikan. Dan anda akan merasakan itu di bank.

Aspek Pengolahan #3—Penawaran

Setiap email yang hendak anda kirimkan perlu memberi peluang bagi anda untuk menghasilkan uang di dalamnya. Jadi itu menjadi hal #3 yang ada dalam tiap edisi yang anda terbitkan… penawaran.

Jangan pernah mengirim suatu edisi newsletter tanpa suatu cara untuk meraih keuntungan darinya. Memang, anda mungkin tak menjual sebuah paket dengan suatu nilai gabungan belasan juta rupiah seharga diskon HANYA jutaan rupiah setiap hari, tapi anda perlu menawarkan sesuatu. Gunakan dua paragraf menjual salah satu produk anda, produk satu mitra usaha patungan, atau sebuah produk affiliate. Itu pun tak selalu harus hard sell (penjualan keras). Anda bisa sekedar menyebutkan beberapa produk sepanjang artikel anda atau dalam bagian awal “redaksi” anda. Beritahu para pelanggan produk-produk apa yang anda gunakan atau apa yang baru saja anda temukan. Lalu me-link-lah padanya.

“Seberapa sering saya perlu menerbitkan newsletter?”, tanya anda. Anda perlu menerbitkan sesering anda punya sesuatu untuk dikatakan dan dijual. Selama anda punya ke-3 unsur: isi, kepribadian, dan penawaran, lakukan itu. Saya telah lihat newsletter-newsletter menguntungkan diterbitkan setiap hari sampai hanya sekali sebulan dengan kebanyakan newsletter terbit 2 sampai 8 kali sebulan (sekali sebulan adalah paling minim).

Related Posts:

Comments are closed.