Fokuslah Pada Direct Response

datePosted on 13:36, February 7th, 2011 by Hendy

Apa tujuan website anda? Banyak webmaster belum menanyai diri pertanyaan terpenting ini. Karena suatu sebab, mereka mengira maksud dari website mereka adalah untuk membagikan gratisan. Atau bisa juga untuk jadi “rak pajang” bagi produk-produk mereka. Atau bisa untuk menciptakan link-link ke segala macam sumberdaya. Atau bisa juga untuk memiliki grafis Flash keren dan membangun brand name.

Jika anda sebuah bisnis, tujuan website anda adalah untuk MENJUAL sesuatu. Hasilkan sejuta pengunjung ke situs anda dan anda cuma harus membayar tarif “bandwidth” tambahan. Datangkan sejuta pelanggan yang membeli ke website anda dan anda melangkah ke bank.

Website anda seharusnya punya SATU fokus utama. Fokus itu seharusnya bukan menjual selusin produk, selusin peluang, atau me-link ke 10 program affiliate. Memiliki selusin link (atau bahkan setengah lusin link saja) pada website utama anda hanya MEMBINGUNGKAN pengunjung anda. Saat seseorang mengunjungi situs anda, perlu benar-benar jelas SATU tindakan apa anda ingin mereka ambil.

Hanya ada dua kemungkinan untuk satu tindakan ini:

Pilihan 1: Membeli suatu produk atau jasa.

Pilihan 2: Meninggalkan nama dan email mereka untuk follow-up (tindak lanjut)


Jika strategi anda adalah pilihan #1, cara terbaik untuk melaksanakan ini adalah menggunakan suatu surat penjualan (sales letter) ampuh sebagai teks primer pada website anda. Anda tak menginginkan banyak link. Anda juga tak ingin membuat orang-orang mengklik “terus” untuk pergi ke sisa teks penjualan anda. Cukup buat sepucuk surat penjualan ampuh bagi produk atau jasa anda dan pasang itu ke website anda. Anda bisa menambah beberapa grafis kalau anda suka seperti foto anda, foto dari produknya sedang beraksi, foto dari para pelanggan yang puas, dan bahkan sebuah grafis judul. Fokus dari website anda adalah teks penjualannya. Grafis tidak menjual… dan sebuah gambar TIDAK bernilai 1.000 kata!

Anda mungkin berpikir, “Tapi produk atau jasa saya berbeda karena…” Sisipkan apa pun keluhan anda dalam titik-titik di atas. Jawaban saya: Produk anda TIDAK berbeda. Kalau anda menjual kepada manusia, psikologinya sama. Apakah mereka manusia pemasaran, manusia pemrograman software, manusia pegolf, dll., tak masalah. Mereka tetap bagian dari ras manusia dan mereka masih termotivasi oleh sistem yang sama. Kecuali para pelanggan anda berasal dari planet berbeda, inilah sistem yang anda ikuti.

Memiliki banyak link ke situs-situs berbeda mungkin yang para “guru Internet” telah beritahu anda untuk lakukan, tapi itulah sebab mereka masih kesulitan menjual buku mereka. Memiliki sebuah “katalog” hanya akan membingungkan para pengunjung anda. Anda ingin menjual produk TERBAIK anda di depan (produk yang mereka beli paling cepat dan paling gampang), lalu baru menunjukkan pada para PELANGGAN katalog penuh anda setelah mereka membeli sesuatu dari anda (pada saat itu anda akan telah memiliki informasi kontak mereka untuk menindak-lanjuti dan menjual produk-produk lain ini juga).

Hanya ada satu alasan untuk tak memasang sepucuk surat penjualan sebagai halaman utama anda: Jika anda memilih pilihan #2 untuk tujuan website anda. Jika anda menjual perkakas-perkakas $2.000 kepada suatu audiens kali pertama, itu adalah penjualan keras (hard sale). Jika anda menjual pesawat terbang $10.000.000, itu hard sale. Mereka mungkin tak akan mengambil putusan dan membeli langsung sementara mereka di website anda.

Jadi masuklah pilihan #2. Inilah SATU-SATUNYA kemungkinan tujuan lain dari website anda… untuk memungut alamat-alamat email dan informasi kontak lain. Website saya di http://woro2.com/mavenmarketing/ mengikuti tujuan ini. Orang-orang mengunjungi situs ini dan mereka meninggalkan nama dan alamat email mereka sebagai ganti ebook gratis saya. Inilah SATU-SATUNYA pilihan mereka di situs saya. Mereka bisa meninggalkan informasi mereka atau tidak. Mereka mendapatkan buku gratisnya atau tidak. Kunjungi situs di atas. Adakah kebingungan tentang apa yang saya ingin anda lakukan? Mudah. Itulah kuncinya. Saya pada dasarnya memberitahu anda bahwa kalau anda berbuat A (memberi saya informasi anda), anda akan mendapatkan B (manfaat-manfaat ini dalam buku itu).

Waktu orang-orang meninggalkan informasi kontak mereka, saya lalu bisa menindak-lanjuti mereka. Saya akan kirimi mereka materi pelatihan yang baik lewat email, tapi saya juga akan membuat penawaran-penawaran khusus bagi produk-produk saya. Jika saya punya satu lusin produk, maka saya bisa menawari mereka satu lusin produk itu sekaligus… dan memberitahu mereka seluruh manfaat luar biasa dari masing-masing produk.

Jadi saya mungkin hanya memberi mereka satu gratisan hari ini… tapi saya akhirnya menghasilkan uang dari mereka selama bertahun-tahun ke depan. Memiliki daftar email opt-in terbidik adalah sebaik uang di bank. Cara membuat mereka memberikan alamat email mereka adalah menawari mereka sesuatu yang istimewa… ebook gratis, e-course, dll. Beritahu mereka apa yang akan mereka dapatkan dan semua manfaat darinya.

Anda tak harus berhenti pada alamat email. Bila anda sebuah perusahaan menengah atau besar, anda mungkin juga ingin mendapatkan alamat pos dan nomor telepon mereka. Anda bisa mengirimi mereka sepucuk surat, audio, atau video dalam pos. Anda bisa menindak-lanjuti baik dengan email maupun direct mail. Ini akan meningkatkan angka konversi penjualan anda, tapi tentu itu menaikkan biaya anda cukup banyak juga.

Anda bisa juga menindak-lanjuti dengan telepon. Bila saya menjual pesawat seharga $10.000.000, saya pasti ingin melakukan follow-up telepon selain follow-up email dan direct mail saya. Follow-up telepon punya respon tertinggi. Direct mail kedua. Membuat orang-orang meninggalkan nomor telepon mereka adalah yang paling sulit sehingga anda hanya mendapatkan para prospek yang paling qualified atau memenuhi syarat (dan secara dramatis memangkas jumlah prospek potensial anda).

Follow-up email sebenarnya menghasilkan angka respon lebih rendah daripada direct mail atau telepon, TAPI ia gratis. Anda bisa menindak-lanjuti 1 kali atau 100 kali… atas satu prospek atau 1.000 prospek… dan biaya untuk email anda akan sama (amat murah). Jadi ketika anda sedang membangun website anda, anda harus memilih apa tujuan primer anda bagi situs ini. Apakah anda akan menyuruh para pengunjung membeli produk atau jasa anda… atau akankah mereka cukup mendaftar demi suatu gratisan?

Jika anda menjual sebuah produk di bawah $50 dengan angka konversi tinggi (2% atau lebih), menjual produk itu kerap adalah pilihan terbaik. Anda bisa menggunakan apa yang disebut pop-up saat exit (meninggalkan website) untuk memberikan suatu gratisan untuk mendapatkan alamat email mereka. Jika produk anda berharga $97 sampai $197, itu bergantung pada angka konversi dan strategi anda. Anda mungkin harus menguji untuk menemukan pendekatan mana menghasilkan anda uang terbanyak.

Bila produk anda berharga lebih mahal, anda paling sering lebih baik dengan halaman lead generation (pengumpulan prospek) gratis dulu. Lalu bawa para pelanggan ke situs penjualan anda. Email yang anda kirim ke mereka akan mengandung gratisan mereka dan akan mulai menindak-lanjuti untuk menjual produk anda.

Jika anda affiliate yang menjual produk orang lain, halaman lead generation gratis  adalah pilihan terbaik. Anda mengiklankan website anda, membuat orang-orang mendaftar untuk daftar email anda, lalu anda mempromosikan produk-produk affiliate itu.

Semua affiliate terlaris punya daftar email opt-in sendiri yang mereka konsentrasi bangun. Jadi, jika anda ingin menjadi seorang affiliate terlaris, tebak apa yang perlu anda lakukan? Anda perlu berkonsentrasi membangun daftar email anda.

Related Posts:

6 Responses to “Fokuslah Pada Direct Response”

  1. Eagle on July 7th, 2011 at 12:25 pm

    More posts of this quailty. Not the usual c***, please

  2. Nook on July 9th, 2011 at 7:01 pm

    If my problem was a Death Star, this article is a phtoon torpedo.

  3. Hines on July 10th, 2011 at 4:20 am

    I’m not easily impreessd. . . but that’s impressing me! :)

  4. India on September 24th, 2011 at 3:09 pm

    If your artlices are always this helpful, ?I’ll be back.?

  5. Spike on September 24th, 2011 at 4:12 pm

    Yeah, that’s the tciekt, sir or ma’am

  6. Jory on September 25th, 2011 at 7:06 am

    Gosh, I wish I would have had that information ealirer!