|
toolbar promosi online instan pertama di Indonesia
|
|
Efisiensi (leverage) adalah konsep dahsyat. Konsep ini bahkan mampu mengubah suatu kebudayaan. Kalau tidak memakai konsep efisiensi, anda tidak akan pernah membaca buku apa pun! ![]() Mesin cetak Gutenberg Coba saya terangkan. Pada tahun 1440, seorang pengusaha muda berbangsa Jerman bernama Johannes Gutenberg mengubah alat pemeras anggur menjadi mesin cetak komersial pertama di dunia. Dia mampu mengopi 180 eksemplar Injil Gutenberg. Dalam waktu beberapa hari saja, ia berhasil menjual semuanya. Dalam waktu singkat, mesin cetak karya Gutenberg ini mencapai sukses. Hanya dalam beberapa dasawarsa mesin-mesin cetak ini sudah menyebar ke seluruh Eropa. Pada pertengahan 1600-an, sudah tercetak 8 jutaan buku yang tersebar di seluruh Eropa. Jumlah ini ternyata 10 kali lipat lebih banyak daripada jumlah seluruh buku yang pernah diterbitkan selama ribuan tahun sebelumnya. Penulisan Buku Oleh ‘Pembawa Ember’ vs. Penerbitan Buku Oleh ‘Pembuat Saluran Pipa’
Mesin cetak buatan Gutenberg mengalahkan kegiatan penyalinan buku. Pasalnya, kegiatan penyalinan buku ini mirip pekerjaan yang dilakukan oleh pembawa ember. Sebelum penemuan mesin cetak oleh Gutenberg, buku-buku disalin dengan tulisan tangan oleh para penyalin dan biarawan. Sebuah buku salinan memerlukan bertahun-tahun untuk penyelesaiannya. Selain itu harganya sangat mahal sehingga hanya kalangan kerajaan yang mampu membelinya. Kehadiran mesin cetak Gutenberg mengubah segalanya. Berkat mesin cetak, petugas cetak cuma perlu mengatur sekali saja setelan cetakannya yang memang bisa diubah-ubah. Setelah itu, dia dengan mudah bisa memproduksi ribuan kopi atau salinan yang sama. Mesin cetak mampu mengefisienkan kerja para petugas cetak dari segi waktu dan biaya. Hasilnya, mereka bisa meningkatkan produktivitas secara dramatis. Pada konsep pembawa ember yang diterapkan dalam penyalinan buku, terlihat adanya rasio satu berbanding satu antara usaha dan hasil. Artinya, usaha yang dilakukan satu jam akan mendatangkan hasil yang bernilai satu jam pula. Jadi, jika seorang penyalin menghabiskan 1 hari untuk menyalin 1 halaman buku, dia memerlukan 100 hari untuk menghasilkan 100 halaman. Bagaimana dengan mesin cetak yang menggunakan konsep pembuat saluran pipa? Sekarang, anggap saja seorang petugas cetak di abad ke-16 itu memerlukan 1 hari untuk membuat 1 halaman. Artinya, pada hari itu ia hanya bisa menghasilkan 1 lembar yang sudah diperiksa dan dikoreksi. Tapi lihat, apa yang terjadi pada hari ke-2? Dari lembaran tadi, petugas cetak akan mampu mencetak 100 lembar kopi. Artinya, dalam 2 hari petugas cetak akan menghasilkan jumlah yang sama seperti yang dihasilkan oleh penyalin dalam 100 hari. Inilah yang dimaksudkan dengan kekuatan efisiensi. Dalam model pembuatan saluran pipa, rasio antara usaha dengan hasil tidak lagi 1 banding 1 (1:1). Dengan menggunakan efisiensi, usahanya akan tetap sama, tapi hasilnya akan menjadi 100 kali lipat atau bahkan 1000 kali lipat! |
Well macadaima nuts, how about that.
Nicely I sincerely enjoyed reading it. This post supplied by you is extremely useful for right planning.
It really makes sense, hope that you will add some more soon!