Dusta #6 MLM: Anda Cuma Kurang Percaya!

datePosted on 16:24, July 9th, 2011 by Hendy

Ughh! Tidakkah anda muak dengan yang ini? Dari semua dusta dalam network marketing, adakah yang lebih menjengkelkan daripada ini? Dusta motivasi dan kepercayaan pastilah salah satu muslihat terbesar dalam sejarah penjualan (bukan hanya MLM).


Jutaan distributor di mana-mana diberitahu bahwa alasan mereka belum sukses adalah karena mereka kurang percaya saja. Atau mereka tak punya “mengapa” yang cukup besar. Tidakkah anda ingin kehilangan selera makan siang anda ketika seorang besar di depan ruangan memberitahu anda itu? Para leader di perusahaan anda akan menyuruh anda percaya bahwa anda cuma perlu sampai ke “titik pecah” itu di mana anda muak dengan perasaan muak dan lalu… tak ada yang akan mampu merintangi anda!

Jadi, apa yang anda lakukan? Anda mendengarkan CD-CD inspirasi. Anda mengguntingi foto-foto mobil yang ingin anda beli dan tempat-tempat yang ingin anda kunjungi. Anda menaruh foto-foto itu di mana-mana—kulkas anda, dashboard anda, pintu lemari anda, monitor komputer anda—sehingga anda terus diingatkan dengan maksud anda sedang bekerja begitu keras. Anda berpikir positif.

Anda pergi ke setiap pertemuan sebisa anda untuk menghidupkan baterai anda dan “memompa” diri untuk minggu ini. Anda pergi ke rapat akbar nasional tahunan karena anda tahu sekedar melihat semua bintang yang luar biasa sukses itu di panggung akan cukup untuk melecut semangat anda. Anda akan begitu kewalahan dan terinspirasi sehingga anda akan tak terhentikan! Anda akan mencapai titik balik ajaib itu di mana segalanya mulai bekerja dan rekening bank anda terisi duit!

Coba berhenti dan pikirkan ini sejenak. Sungguh-sungguh memikirkannya. Begitukah ini bekerja? Apakah motivasi fanatis benar-benar unsur yang hilang itu dari sukses? Kali terakhir saya teliti, anda tak perlu punya “mengapa” yang besar dan sebuah papan impian hanya untuk mendapatkan penghasilan Rp 20.000.000 pada suatu pekerjaan. Jadi, kenapa kita memerlukan semua itu dalam MLM? Maksudnya, tidak akan masuk akalkah bahwa seandainya anda melakukan apa yang seharusnya anda lakukan, anda setidaknya akan mampu mendapatkan penghasilan sebanding pada bisnis anda?

Nah, saya tahu apa yang hendak anda katakan. Ya, tentu memiliki bisnis sendiri itu berbeda. Ia lebih sulit daripada menjalani suatu pekerjaan. Anda tak menghasilkan uang segera. Ini disebut pemuasan tertunda. Anda musti meletakkan fondasinya lebih dulu sebelum anda dibayar. Kita semua paham konsep itu. Namun, MLM tak perlu sesulit itu bagi kebanyakan orang. Intinya, bila anda sungguh-sungguh membangun bisnis anda dengan benar, anda akan mulai melihat hasil-hasil positif, meski awalnya mungkin kecil.

Bila anda telah kesulitan dalam MLM selama lebih dari 3 tahun dan anda masih belum menerima arus uang, ada yang benar-benar salah! Dan saya bisa jamin bukanlah motivasi anda sebabnya. Bayangkan ini begini: Bila anda menggunakan sekop untuk menggali fondasi untuk sebuah rumah—padahal anda bisa menggunakan bulldozer—memang, anda akan memerlukan banyak motivasi untuk membereskan kerjanya.

Masuk akal? Semakin tak efisien sistem anda dan semakin tak efektif alat-alat anda, semakin keras atau sulit anda akan harus bekerja untuk mendapatkan hasil-hasil. Dan karena itu, anda harus mengimbanginya besar-besaran dengan motivasi. Jika anda menggunakan alat-alat yang tepat bagi pekerjaan itu, anda akan melihat kemajuan ajeg dan konsisten dan segalanya berjalan lancar.

Coba saya tanya: Seandainya anda punya prospek-prospek yang sangat berkualitas untuk diajak bicara setiap hari yang mengerti apa yang anda lakukan, menyatakan minat untuk tahu lebih banyak dan sangat menantikan tanggapan anda, apa anda kira motivasi akan jadi masalah bagi anda? Tidak!

Tapi motivasi menjadi suatu masalah besar saat anda harus memaksa diri untuk mengangkat telepon yang berat itu untuk menghubungi pelatih olahraga putera anda yang anda tahu tidak peduli sedikit pun tentang bisnis anda! Itulah saat anda perlu memecut pernyataan tujuan anda yang keren dan mengingatkan diri persisnya kenapa anda akan membuat jengkel orang-orang.

Itulah yang dilakukan banyak orang. Mereka meneguhkan diri untuk mengusik setiap orang dalam daftar nama mereka beberapa kali sampai akhirnya orang-orang tak lagi berbicara dengan mereka. Sementara itu kehilangan beberapa kawan.

Tapi anda tahu? Anda bisa mencapai titik balik “ajaib” itu dalam bisnis anda di mana sekonyong-konyong segalanya mulai berjalan. Anda bisa beranjak dari nyaris tidak memasukkan 1 orang pun tiap 5 bulan menjadi mensponsori 10 orang tiap bulan seperti jarum jam. Anda bisa beranjak dari mencoba membuat janji dengan para pramusaji menjadi ditelepon para trainer sukses yang bertanya apa mereka bisa melakukan apa yang anda lakukan.

Apa yang terjadi? Anda tak lagi mencemaskan kepercayaan dan mulai menyibukkan diri dengan tetek bengek sesungguhnya dari cara memasarkan sebuah bisnis. Yaitu: Temukan orang-orang yang sedang mencari apa yang anda punya, gunakan suatu sistem pemasaran yang efektif untuk secara otomatis menjual kepada mereka bagi anda, dan lalu luangkan waktu anda bekerja dengan orang-orang terbaik. Begitulah cara anda menjadi demikian kewalahan dengan para prospek yang tertarik sehingga anda boleh dibilang tak bisa menangani mereka sendirian.

Tapi inilah inti yang saya sebetulnya sedang coba sampaikan: Bukanlah motivasi, hasrat, kepercayaan atau segala hal tanwujud itu yang membedakan hasil-hasil anda. Tapi sistem yang anda gunakan.

Anda tahu, banyak pebisnis MLM yang luar biasa termotivasi saat mereka mendapatkan hasil-hasil yang jelek. Mereka selalu begitu. Faktor itu tak pernah berubah. Tidak juga kepercayaan mereka, hasrat mereka, disiplin mereka atau etos kerja mereka. Mereka bekerja sama kerasnya menggunakan suatu sistem pemasaran kacangan seperti kerja mereka menggunakan suatu sistem yang efektif (malah, kadang mereka bekerja lebih keras dengan yang kacangan).

Motivasi bukanlah problem mereka dan ini bukan problem anda juga. Anda boleh jadi pengiman paling fanatis di dunia, anda boleh miliki “mengapa” terbesar yang bisa dibayangkan, anda boleh punyai hasrat yang begitu kuat sehingga seolah-olah ada bara dalam diri anda, anda boleh jadi termotivasi hingga wajah anda membiru… tapi tak satu pun itu bermakna bila anda menggunakan teknik-teknik yang salah.

Bila anda mendengarkan CD-CD motivasi dan anda menginvestasikan Rp 100 juta dalam pasar saham berdasarkan nasihat keliru, tak lengkap dan kadaluarsa, apa anda akan hasilkan uang? Tentu tidak! Ini cuma soal cara anda melakukan sesuatu.

Motivasi Bukan Solusinya. Ini Pelarian.

Itulah yang upline anda katakan pada anda saat anda datang kepada mereka patah arang dan kecil hati, mencari jawaban dan mereka tidak tahu harus berkata apa lagi. Sangat mudah dan enak mengatakan ini kepada seorang yang sedang kesulitan dalam penjualan. Kamu cuma kurang percaya! Kamu kurang termotivasi! Kamu perlu tempel gambar-gambar dari segala hal yang kamu inginkan dalam hidup di cerminmu! Kalau anda tak tahu cara menolong seorang pebisnis MLM yang frustrasi, itu mungkin yang akan anda katakan juga.

Inilah yang hebat sekali mengenai dusta motivasi: Anda selalu bisa lolos memakainya sebagai kambing hitam atau pelarian karena tak peduli betapa pun termotivasi seseorang, anda selalu bisa mengatakan bahwa mereka kurang termotivasi.

Dan selama mereka percaya omong kosong itu, anda tak pernah harus tahu apa yang sedang anda bicarakan dan anda tak pernah harus memberi mereka jawaban solid nyata terhadap permasalahan mereka. Itulah sebabnya orang-orang terpaksa memakai dalih ini. Karena sebenarnya, mereka tidak tahu kenapa kebanyakan downline mereka tidak sukses.

Nah, saya tidak bilang segala hal ini jelek atau tidak penting. Yang saya katakan adalah bahwa anda bisa jalan tanpa CD-CD inspirasi itu. Tapi anda tak bisa jalan tanpa suatu sistem pemasaran yang bagus. Hal penting lain yang perlu saya ungkapkan adalah bahwa ada perbedaan BESAR antara dorongan internal dan motivasi eksternal.

Motivasi eksternal itu hampir seperti obat. Ia terasa enak waktu kita sedang mendengarkan suatu kisah tentang betapa seseorang mengabaikan semua rintangan dan menjadi sukses yang kita impi-impikan. Kita merasa pasti bahwa “dorongan” mental ini akan cukup untuk mengantarkan kita sepanjang jalan menuju garis finish.

Tapi kemudian apa yang terjadi? 3 hari kemudian kenyataan-kenyataan hidup telah merangsek masuk dan gelora itu sudah aus. Jadi kita mencari kisah berikutnya untuk mengilhami kita. Dan berikutnya, dan berikutnya. Ini cuma pelarian, bukan solusi jangka panjang.

Tapi tahukah anda apa penggerak pamungkas itu? Hasil-hasil nyata! Dalam bab terakhir saya akan jelaskan cara mendapatkan ini dengan membuat orang-orang mengantri untuk mengikuti peluang anda.

Related Posts:

4 Responses to “Dusta #6 MLM: Anda Cuma Kurang Percaya!”

  1. Macco on September 24th, 2011 at 7:35 am

    Well I guess I don’t have to spend the weekend fgiiurng this one out!

  2. Gerrilyn on September 24th, 2011 at 12:08 pm

    Whoa, tihgns just got a whole lot easier.

  3. carnival cruise baltimore on October 17th, 2011 at 4:33 pm

    Awesome website you have here but I was wondering if you knew of any message boards that cover the same topics discussed here? I’d really like to be a part of online community where I can get comments from other knowledgeable individuals that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know. Bless you!

  4. Hendy on October 18th, 2011 at 7:53 am

    Try Victory Online University on Ning.