|
toolbar promosi online instan pertama di Indonesia
|
|
Jul
07
2011
Dusta #2 MLM: Ini Bukan Sales. Kita Cuma Share Produk!
Lebih jauh tentang ini sebentar lagi. Lebih dulu, mari kita bicarakan akibat-akibat parah dari seluruh gagasan “sharing” ini bagi orang-orang yang baru saja memulai. Inilah kedua efek samping besar dari dusta ini:
Efek Samping #1. Terjadi kekurangan besar pelatihan penjualan semestinya karena, kalau ini bukan penjualan, tak diperlukan ketrampilan penjualan. Akibatnya, orang-orang dilempar ke serigala-serigala betul-betul tidak siap untuk mengecer produk-produk mereka dan peluang mereka. Efek Samping #2. Orang-orang disiapkan untuk gagal karena mereka diberi harapan-harapan palsu tentang akan betapa mudah ini. Menamai seluruh bisnis ini sebagai “sharing” membuatnya terdengar seperti permainan anak-anak. Para distributor baru diberi kesan mereka sedang melakukan satu hal, padahal itu hal yang sama sekali berbeda. Mereka kira ini akan jadi hal yang enteng dan, ketika mereka temukan sebaliknya, mereka tidak cenderung tetap bertahan. Saat orang-orang dicekoki gagasan bahwa ini sekedar soal berbagi informasi, mereka sedang menantikan suatu pukulan keras realitas. Mereka keluar dan dengan semangat “membagi” produk luar biasa mereka kepada semua anggota keluarga, hanya untuk kecewa berat saat mereka ditolak. Lalu mereka bingung kenapa ini tidak manjur bagi mereka. Salah satu alasan utama orang-orang menyampaikan dusta ini adalah karena mereka tak mau menakut-nakuti para prospek baru. Mereka ingin orang-orang mendapatkan rasa nyaman indah ini bahwa yang sedang kita lakukan hanyalah memberitahu dunia tentang produk menakjubkan kita dan orang-orang akan demikian terhanyut oleh semangat kita sehingga mereka dengan sendirinya membeli. Lagipula, sudah jamak bahwa kebanyakan orang membenci sales. Jadi para upline dan sponsor akan bicara bertele-tele dan pada pokoknya menutupi fakta tak mengenakkan ini: Bila anda masuk MLM, anda masuk dalam penjualan. Pahami ini: Kapan saja anda meminta orang lain untuk memberi anda uang untuk ditukar dengan sesuatu, anda sedang membicarakan penjualan. Menjual itu bukan berbagi atau sharing, dan berbagi itu bukan menjual. Kita semua pernah mendengarnya. Word of mouth atau getuk tular adalah bentuk promosi paling ampuh yang ada, bukan? Benar. Apa yang anda lakukan saat anda melihat sebuah film bagus di bioskop? Anda bercerita kepada kawan-kawan anda betapa bagus filmnya, betapa memukau alurnya, betapa menghanyutkan para pelakonnya… semua yang baik-baiknya…dan bahwa mereka mutlak harus pergi menontonnya. Sama dengan makan keluar di sebuah resto bagus atau membeli CD baru artis favorit anda. Orang-orang akan sangat mungkin pergi keluarkan uang untuk hal-hal ini setelah mendengar laporan memuji dari anda, kawan tepercaya mereka. Inilah yang mulai mengacaukan keadaan: Anjuran pribadi anda untuk semua hal itu begitu ampuh karena anda tak punya keuntungan pribadi dengan “menjual” mereka kepada kawan-kawan anda. Begitu anda masukkan kepentingan finansial ke dalamnya, semuanya berubah. Bagi anda maupun bagi mereka. Pertama, anda tidak senyaman sebelumnya. Anda tak merasa sealami sebelumnya dengan hal yang darinya anda tak menghasilkan uang. Sekarang anda memaksakannya, dan akibatnya, ia memang tidak “mengalir” secara sama. Keadaannya juga berbeda bagi mereka karena mereka tahu anda akan menghasilkan uang dari “berbagi” ini. Ini bukan lagi opini “pihak ketiga” yang jujur. Orang-orang bisa mencium dari jauh suatu rekomendasi yang “disuap”. Seluruh dinamikanya telah berubah. Jadi faktanya, dalam MLM anda kini telah menyeberang dari dunia anjuran pribadi ke kancah direct sales. Jangan biarkan siapa pun bilang pada anda mereka sama, karena mereka tidak sama. Begitu anda mengerti ini, anda akan mengerti bahwa anda memang perlu mempelajari ketrampilan penjualan yang efektif. Tidak cukup untuk sekedar “menganjurkan” produk-produk anda kepada orang-orang yang anda kenal. Hanya Karena Seorang Itu Kawan Anda Bukan Jadi Alasan Cukup Baik Bagi Mereka Untuk Membeli Dari AndaUang mereka yang diperoleh dengan susah payahlah yang sedang kita bicarakan di sini. Dan kini anda perlu memberi mereka alasan-alasan nyata, mendesak dan kuat untuk membeli produk anda bukannya semua produk serupa di luar sana. Ada upline yang biasa memberi orang-orang analogi ini untuk menerangkan kepada mereka cara mengecer produk-produknya. Dia berkata bahwa seandainya dia hendak membuka sebuah gerai waralaba McDonald’s dia tentu akan berharap semua kerabat dan kawannya makan di McDonald’s-nya daripada di gerai fast food lain di kota. Jadi karena itu, sama halnya, semua kerabat dan kawan anda tentu membeli produk-produk anda daripada pergi ke tempat lain. Nah, tidakkah ini indah? Bagaimana kalau abang anda tinggal 40 menit jauhnya dari McDonald’s anda dan dia punya gerai Burger King yang berjarak 3 menit. Masihkah dia diharapkan berkendara sejauh itu ke gerai anda setiap kali dia ingin burger dan kentang goreng? Atau, bagaimana jika dia malah tidak suka McDonald’s? Bagaimana kalau dia sama sekali tak suka fast food? Bagaimana kalau saudara anda justru tidak menyukai anda? Tahu kan yang saya maksud? Cuma karena seseorang itu kawan/kerabat anda bukan berarti dia akan atau tentu mengeluarkan uangnya pada anda. Memang, pasar hangat anda adalah cara amat bagus untuk memburu para pelanggan eceran, tapi, seperti halnya anda akan perlu memberi seorang asing alasan-alasan yang cukup kuat untuk membeli produk anda, anda perlu melakukan yang sama terhadap para kawan dan kerabat anda. Anda tak boleh berharap mereka membeli dari anda. Jadi intinya ini: Belajar teknik-teknik penjualan yang efektif itu wajib untuk sukses. Anda harus paham proses penjualan dan apa yang sesungguhnya memotivasi orang-orang. Umpamanya, ketahuilah bahwa saat menyangkut penjualan (dan karena itu MLM), terlalu banyak perhatian tercurah pada produknya dan terlalu sedikit perhatian tercurah kepada si pembeli! Karena ada satu hal saja di benak prospek anda: “Apa untungnya untuk saya?” Dan penjual yang sukses bukanlah yang tahu produknya luar dalam dan bisa berbicara panjang lebar satu-arah kepada prospek, melainkan orang yang paling mampu mengaitkan hasrat-hasrat sejati prospeknya dengan cara produk/jasanya akan memenuhi hasrat-hasrat itu. Sekedar girang dan menceritakan produk anda kepada seseorang tidak cukup untuk secara ajeg mendatangkan penjualan. |
Many many quality pionts there.
Woah! I’m really enjoying the template/theme of this site. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s difficult to get that “perfect balance” between superb usability and visual appearance. I must say you’ve done a fantastic job with this. In addition, the blog loads very fast for me on Firefox. Superb Blog!
What have I done to get this appreciation?? All I did was picking the theme from Control Panel by gut!
I enjoy your writing style truly loving this internet site. “Friends may come and go, but enemies accumulate.” by Thomas Jones.