|
toolbar promosi online instan pertama di Indonesia
|
|
Archive for ‘viral marketing’ Category
Satu perubahan kecil, kata, lambaian tangan, senyuman bisa mengubah sejarah. Satu aksi yang nampaknya tak berarti bisa mewujudkan serangkaian peristiwa yang suatu hari bisa secara drastic mengubah seluruh dunia (dari keadaannya selama ini). Pernah ada sebuah film berjudul “The Butterfly Effect.” Alur cerita film ini atas dasar premis yang sama. Tokoh utamanya mencoba kembali ke masa lalu untuk membuat suatu hubungan berjalan dengan gadis yang ia cintai. Tiap kali dia kembali, dia melakukan satu hal kecil yan berdampak drastic atau dramatis ketika dia kembali ke masa kini. Ini juga nampak dalam film-film dan buku-buku seperti “Back to the Future” dan “The Time Machine” oleh H.G. Wells.
Inilah sejumlah hal untuk dipikirkan… Ingatkah anda Mark David Chapman? Dialah orang yang membunuh John Lennon. Bagaimana seandainya orangtuanya tak pernah berjumpa? Akankah John Lennon masih hidup hari ini? Dia tak akan telah dibunuh pada hari Desember itu. Apa akan berbeda dalam dunia musik hari ini? Atau bayangkan reuni-reuni The Beatles seandainya dia hidup Bagaimana seandainya peluru Lee Harvey Oswald “meleset”? John F. Kennedy akan telah tetap presiden dan mungkin dia akan telah dipilih kembali. Mungkin tak akan ada Perang Vietnam, atau mungkin akan meletus Perang Dunia III. Siapa tahu? Bagaimana seandainya peluru yang mengenai Ronald Reagen bergeser ½ inci? Dia akan telah tewas oleh sebutir peluru ke jantung. Bagaimana itu akan telah mengubah dunia? Akankah kita telah lihat keruntuhan komunisme? OK., ayo lihat suatu perubahan besar. Anda tahu kata “Crusade” (perang suci)? Kebanyakan orang mengira ia sebuah kata relijius atau kata keimanan. Sama sekali bukan. Di berasal dari kata Crucifix (salib). Itu pun bukan sebuah kata Kristen. Ia suatu istilah yang digunakan sebagai suatu bentuk kematian oleh kaum Romawi. Selama bertahun-tahun sebelum Kristus, saat anda ditemukan bersalah melakukan suatu kejahatan, anda akan telah disalibkan. Tapi karena Kristus pernah disalibkan, ‘Crucifix’ sinonim dengan Kristen. Jadi sekarang ayo lihat apa yang mungkin telah jadi titik balik terbesar yang pernah ada sepanjang sejarah. Yesus, berdiri di samping Pontius Pilatus, dengan massa yang marah yang berteriak menuntut kematiannya, berada pada momen amat pentin dalam sejarah dunia. Bagaimana seandainya Pontius Pilatus membebaskannya? Yesus tentu tak akan pernah disalibkan. Yah, setidaknya hari itu. Jadi akan aman untuk menganggap bahwa tak akan telah ada salib di gereja-gereja masa ini. Tiada ‘lambang Salib’ saat sembahyang (ingat, ini karena beliau pernah disalibkan). Tak akan ada orang-orang dengan salib sebagai kalung atau salib di gereja-gereja. Tak akan telah ada Crusade (perang salib). Tak ada Paus, tak ada Perjanjian Baru sebagaimana kita kenal. Tak ada orang-orang Roma memakankan orang-orang Kristen kepada singa-singa. Tak ada Katholik atau Protestan. Intinya, dunia akan sangat berbeda hari ini. Aman untuk menganggap bahwa, tidak satu pun dari kita akan ada di sini hari ini. Masih akan ada milyaran orang di planet ini. Tapi dunia akan telah begitu berbeda. Begitu banyak Efek Kupu-kupu akan telah membuat mustahil bagi anda untuk ada di sini hari ini. Anda tak mungkin di sini seandainya orangtua anda tidak dilahirkan. Dan seterusnya. Tak akan ada gereja-gereja tempat orang-orang menikah atau berjumpa pada hari-hari Minggu. Saya kira anda paham maksud saya… Inilah definisi “Efek Kupu-kupu” dari sebuah buku karya Ian Stewart: “Mengepaknya sayap satu ekor kupu-kupu hari ini menghasilkan suatu perubahan kecil dalam keadaan atmosfir. Selama suatu jangka waktu, yang sesungguhnya dilakukan atmosfir menyimpang dari apa yang akan telah ia lakukan. Jadi, dalam waktu satu bulan, sebuah tornado yang akan telah memorak-porandakan pesisir Indonesia tidak terjadi…” (Ian Stewart, Does God Play Dice? The Mathematics of Chaos, hal.141) Karena alasan inilah, anda tak bisa mengukut cuaca selama lebih dari 5-7 hari ke depan. Ada begitu banyak perubahan yang mempengaruhi atmosfir pada segala saat tertentu. Ia bukan suatu permainan angka-angka matematika sederhana. Jadi apa hubungan semua ‘Efek Kupu-Kupu’ ini dengan pemasaran? O.K., kita perlu tahu apakah ada perubahan-perubahan kecil yang bisa kita buat pada pemasaran kita, baik atau buruk, yang bisa berdampak dramatis pada sukses kita sepanjang waktu. Ini juga masuk ke dalam hal yang disebut Eksponen Viral atau Vx yang akan saya bahas dalam bab-bab mendatang. Perubahan-perubahan kecil ini, saat dimasukkan ke dalam suatu Kampanye Viral Marketing, bisa membuat perbedaan antara memiliki sebuah database anggota 200.000 lebih dalam waktu singkat dan lebih banyak uang yang bisa anda raih, atau situs yang sekarat dan akan tetap sekarat. Mungkin saja ‘situs mati’ itu lebih unggul dalam banyak aspek (sejauh layanan dan nilai) daripada ‘situs sukses’-nya. Namun, jika ia tidak disetel dengan benar untuk tumbuh, ia ditakdirkan gagal. Sebelum kita bisa berjalan lebih jauh dalam naskah ini, kita perlu membahas apa itu ‘Viral Marketing’ dan apa yang dilakukannya. |